Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang


Tinggalkan komentar

Hadirilah…!!! Tabligh Akbar (Gratis!!!Terbuka Untuk Umum)

Bersama Ulama Besar Timur Tengah (Murid-Murid Senior Syaikh Al-Albani رحمه الله)

Narasumber / Tema :

Syaikh Masyhur Hasan alu Salman
(Terorisme Dalam Pandangan Islam)

——————&———————-

Syaikh Ali Hasan Al-Halaby Al-Atsary
(Gempa Bumi Musibah atau Ujian)

Tempat: Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC), Jakarta Utara
Waktu: Sabtu, 17 Oktober 2009 Pukul 08.30 s/d selesai

Informasi:

* 0813.8078.5341
* 0857.1560.2254
* 0813.1075.8331

Penyelenggara: Perhimpunan Al-Irsyad
Publikasi: Moslemsunnah.WordPress.com

Sumber: http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/10/11/info-kajian-tabligh-akbar-masyaikh-timur-tengah-jakarta18-oktober-2009/

nb: Mohon kiranya bisa membantu menyebarkan informasi ini melalui posting di blog atau status/catatan fb antum, semoga menjadi amal kebaikan untuk kita semua, amin.

Admin
Kajian Ilmiah Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC)

Iklan


Tinggalkan komentar

Kitab-kitab yang hendaknya dipelajari bagi penuntut ilmu – https://abuzahrakusnanto.wordpress.com

Oleh Syaikh Muhammad ibn Shalih al Utsaimin

Pertama : Aqidah :

1. Kitab Tsalatsatul Ushul (Tiga landasan utama).

2. Kitab Al Qowaidul Arba’ (Empat Kaidah)

3. Kitab Kasyfusy Syubuhat ( Membongkar syubhat)

4. Kitab At Tauhid

Keempat kitab tersebut adalah karangan Syaikhul Islam Imam Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah.

5. Kitab Al Aqidah Al Wasithiyah yang mencakup tauhid Asma dan sifat. Inilah kitab tebaik yang dikarang dalam bab ini dan amat penting untuk dibaca dan dipelajari.

6. Kitab Al Hamawiyah.

7. Kitab At Tadmuriyah.

Keduanya merupakan risalah yang lebih luas dari pada aqidah al wasithiyah.

Inilah tiga kitab karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah

8. Kitab Aqidah Thahawiyah karya Syaikh Abu Ja’far Ahmad Bin Muhammad At Thahawy.

9. Kitab Syarah Aqidah Thahawiyah karya Abul Hasan Ali Bin Abul ‘Izzy.

10. Kitab Ad Durus Sunniyah Fil Ajwibah An Najdiyah. Disusun oleh Syaikh Abdurrahman Bin Qasim Rahimahullah.

11. Kitab Ad Durroh al Madhiyah fi aqidah al firqah al mardhiyah, karya Muhammad Bin Ahmad As Safaarainy Al Hambaly. Di dalamnya ada beberapa poin yang menyimpang dari madzhab salaf. Seperti ucapannya :

وَلَيْسَ رَبُنَا بِجَوْهَرَ وَلاَ عَرَض
وَلاَ جِسْـــمَ تَعَالَى فِي اْلعُلْيَ

Tuhan kami bukanlah mutiara ataupun materi

Tidak pula berjisim Tuhan kita yang Tinggi dalam ketinggian-Nya.

Oleh karena itu seorang penuntut ilmu harus mempelajarinya melalui seorang syaikh yang memahami akidah salafiyah dengan benar tetapi dia menjelaskan poin-poin yang menyimpang dari akidah salafus salih yang ada di dalamnya.

Kedua : Hadis.

1. Kitab Fathul Bary Syarah Sahih Bukhory karya Ibnu Hajar Al Asqalany Rahimahullah .

2. Kitab Subulus Salam Syarah Bulughul Maram karya Ash Shan’any dan kitabnya ini memadukan antara hadis dan fikih.

3. Kitab Nailul Authar Syarah Muntaqa al Akhbar, karya As saukany.

4. Kitab Umdatul Ahkam karya Al Maqdisy. Ini adalah kitab yang ringkas dan sebagian besar hadis-hadisnya terdapat dalam dua kitab sahih (Shahih Bukhori dan Shahih Muslim) sehingga tidak perlu dibahas kesahihannya.

5. Kitab Arbain An Nawawiyah, karya Abu Zakariya An Nawawy Rahimahullah. Ini adalah kitab yang baik karena di dalamnya terkandung adab dan manhaj yang baik dan kaidah-kaidah yang bermanfaat sekali, seperti hadis :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

” Diantara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak ada artinya.”[1]

Inilah satu kaidah yang seandainya engkau menjadikannya sebagai jalan yang engkau tempuh maka pasti akan mencukupi. Demikian pula kaidah berbicara (seperti) dalam hadis :

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam.”[2]

6. Kitab Bulughul Maram karya Al Hafizh Ibnu hajar Al Asqalany. Ini adalah kitab yang bermanfaat terutama karena dia menyebutkan para perawi dan menerangkan pula orang yang mensahihkan dan mendhaifkan hadis dan memberi komentar terhadap hadis-hadis itu.

7. Kitab Nukhbatul fikr karya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalany yang dianggap mencakup. Bila seorang penuntut ilmu memahaminya secara sempurna maka hal ini akan membuat dia tidak memerlukan kitab lain dalam ilmu mushthalah. Ibnu Hajar Rahimahullah mempunyai metoda yang baik dalam menyusunnya yaitu : yang pokok dan pembagian (cabang). Maka seorang penuntut ilmu dia akan merasa semangat jika membacanya karena dibangun berdasarkan hasil pemikiran akal. Dan saya katakan : Amat baik bagi penuntut ilmu untuk menghafalkannya karena merupakan ringkasan yang amat bermanfaat dalam ilmu mushthalah.

8. Kitab yang enam (Al Kutubus Sittah) yaitu : Sahih Bukhary, Sahih Muslim,Sunan An Nasai, Sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan At Tirmidzi. Saya nasihatkan agar para penuntut ilmu banyak membaca kitab-kitab ini karena di dalamnya terkandung dua faidah :

a). Merujuk kepada yang ushul (pokok).

b). Mengulang-ulang nama-nama perawi dalam ingatannya. Bila engkau mengulang-ulang nama-nama perawi, hampir tidak pernah dalam sanad manapun yang tidak bertemu dengan salah seorang rawi Bukhari – umpamanya – maka akan lebih dikenal bahwa dia adalah perawi Bukhari maka dia bisa mengambil faidah dalam ilmu hadis ini.

Ketiga : Fikih.

1. Kitab Adabul Masyyi ilaash Shalah karya Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah.

2. Kitab Zaadul Mustaqni’ fi Ikhtisharil Muqni’ karya Al Hijawy, dan ini adalah sebaik-baik matan dalam hal fikih dan merupakan kitab yang diberkahi, ringkas, dan padat. Guru kami telah mengisyaratkan kepada kami untuk menghafalkannya padahal beliau telah menghafalkan matan Daliluth Thalib.

3. Kitab Ar Raudhul Murabbi’ Syarah Zaadul Mustaqni’ karya Syaikh Mansur Al Bahuty.

4. Kitab Umdatul Fiqh, karya Ibnu Qudamah Rahimahullah.

Keempat : Faraidh.

1. Matan Ar Rahabiyyah, karya Ar Rahabby

2. Kitab Matan Al Burhaniyyah, karya Muhammad Al Burhany. Ini adalah kitab tang ringkas, bermanfaat, dan mencakup semua masalah faraa-idh. Dan saya melihat bahwa Al Burhaniyyah lebih baik dari pada Ar Rahabiyyah, karena Al Burhaniyyah lebih lengkap dari Ar Rahabiyyah dari satu aspek dan informasinya lebih lengkap dari aspek yang lain.

Kelima : Tafsir.

1. Kitab Tafsir Al Quran Al Adhim karya Ibnu Katsir Rahimahullah. Ini adalah kitab yang bagus dalam masalah tafsir dengan atsar, bermanfaat dan aman, tetapisedikit kandungan I’rab dan balagahnya.

2. Kitab Taisir Al Karim Ar Rahman Fi Tafsir Al Manan karya Syaikh Abdur Rahman As Sa’dy Rahimahullah. Ini adalah kitab yang bagus, mudah dan aman. Saya nasihatkan untuk dibaca.

3. Kitab Muqaddimah Syaikhul Islam Fii Tafsiir dan ini adalah muqaddimah yang penting dan bagus (dalam ilmu tafsir).

4. Kitab Adhwa ul Bayan, karya Al Allamah Muhammad Asy Syinqithy Rahimahullah. Ini adalah kitab yang memadukan antara hadits, fikih,tafsir, dan ushul fiqh.

Keenam : Kitab-kitab umum dalam beberapa disiplin ilmu.

1. Dalam hal Nahwu : Matan Al Ajuruumiyyah. Ini adalah kitab yang ringkas namun padat.

2. Dalam hal Nahwu : Alfiyyah Ibnu Malik. Ini adalah ringkasan ilmu Nahwu

3. Dalam masalah siirah (sejarah) kitab terbaik yang saya lihat adalah : Zaadul Ma’ad, karya Ibnul Qayyim Rahimahullah. Ini adalah kitab yang bermanfaat sekali yang menerangkan sejarah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Salam dalam segala aspek (kehidupan), kemudian banyak diterangkan aspek hukumnya.

4. Kitab Raudatul ‘Uqala, karya Ibnu Hibban Al Busty Rahimahullah. Ini adalah kitab yang amat bermanfaat sekalipun amat ringkas dan banyak menghimpun pelajaran dan kisah-kisah para ulama, para ahli hadis, dan yang lainnya.

5. Kitab Siyar A’laamin Nubalaa’. Karya Adz Dzahabi. Ini adalah kitab yang amat banyak manfaatnya dan banyak mengandung pelajaran yang harus dibaca dan dipelajari oleh para penuntut ilmu.

Diterjemahkan dari Kitab Al-Ilmu Karya Syaikh Al-Utsaimin Rohimahulloh


[1] Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (1/201). Tirmidzi (2318) dan dihasankan oleh An Nawawy dalam riyadhus salihin halaman 73 dan disahihkan oleh Ahmad Syakir (musnad/1737). [2] Dikeluarkan oleh Bukhary, kitab adab. Muslim, kitab luqathah, bab bertamu.

Sumber: http://ustadz.abuhaidar.web.id/


3 Komentar

Sabar…

Bekal Bagi Orang-orang yang Sabar—-> Bagian 1

Dari buku Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Catatan Pengajian rutin 28-Juni-2009 Di  Masjid Imam Ahmad bin Hambal Bogor,

penulis: Kusnanto HP: 081310695775

Oleh : Ustadz Arman Amri Lc. Di  Masjid Imam Ahmad bin Hambal Bogor

Dalam mengarungi hidup setiap manusia pasti mempunyai problematika kehidupan dan sabar adalah solusinya.

Sabar adalah bagaikan seorang prajurit yang tangguh yang tak terkalahkan

Sabar bagaikan Benteng yang kokok yang dapat menahan terjangan badai

Allah mencintai hamba-Nya yang sabar sesuai dengan firman-Nya di dalam Al-Qur’an Surat Al Anfaal 8:46 Allah Berfirman:

al anfal 46

46. dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Hendaklah kita menyadari bahwa Dunia adalah sebagai  tempat ujian dari Allah SAW dan Allah sangat menyukai orang-orang yang sabar dalam menjalani ujian

ali imran 146

146. dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Adapun tiga kegembiraan yang Allah berikan kepada orang –orang yang sabar seperti yang di gambarkan dalam surat Al-Baqarah 155-157

al baqarah 155

155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

al baqarah 156

156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[101].

al baqarah 157

157. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

[101] Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

Kesabaran akan mendapatkan kemenangan yang hakiki yaitu surga QS Al-Mu’minuun 111

al mu'minuun 111

111. Sesungguhnya aku memberi Balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang menang[1026].”

[1026] Maksud ayat 108, 110 dan 111 ialah bahwa orang-orang kafir itu diperintahkan tinggal tetap di neraka dan tidak boleh berbicara dengan Allah, karena mereka selalu mengejek-ejek orang-orang yang beriman, berdoa kepada Allah supaya diberi ampun dan rahmat.

Sabar merupakan Nisful Iman setengah dari Iman dan yang setengah lagi adalah bersyukur kepada Allah SWT, jadi Iman adalah Sabar dan Syukur diumpamakan bagaikan dua sayap burung apabila salah satunya patah maka burung tersebut tidak akan bisa terbang.

1. Difinisi Sabar

Makna Sabar secara bahasa adalah mencegah dan menahan, adapun secara terminologi sabar adalah

a.menahan diri dari kegelisahan,

b.menahan lisan dari keluh kesah dan

c,menahan anggita badan dari menampar pipi, merobek baju, berguling-guling di tanah     dsb.

2. Hakekat Sabar

Hakekat sabar adalah akhlak yang terpuji dimana sabar dapat menahan diri dari hal-hal yang tidak baikdan sabar merupakan kekuatan jiwa seseorang yang dengannya akan menjadi baik kehidupannya.

3. Makna Sabar

Makna sabar menurut Amr bin Ustman adalah ketatapan jiwa  seseorang bersama Allah SWT dan menerima cobaan dari Allah dengan lapang dada.

Kesabaran dibagi menjadi tiga:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah SWT,
  2. Sabar dari perbuatan maksiat,
  3. Sabar atas musibah yang menimpanya.

Adapun nama-nama lain dari sabar antara lain:

  1. Apabila seseorang dapat menahan diri dari gejolak syahwatnya disebut iftah
  2. Apabila seseorang dapat menahan diri dari perutnya disebut dengan Saraf Nafs
  3. Apabila seseorang dapat menahan diri dari kenikmatan-kenikmatan dunia di sebut dengan Zuhud.
  4. Apabila seseorang dapat menahan diri dari apa yang didapat dari rizki dari Allah SWT maka ia merasa cukup atau dengan kata lain selalu merasa cukup atas apa yang Allah berikan kepadanya disebut  Qona’ah
  5. Apabila seseorang dapat menahan diri dari gejolah amarahnya di sebut al- Hilmu

Adapun  terdapat  tiga istilah dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran :200

ali imran 200

200. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Jika kita teliti maka ada 3 arti sabar yang terkandung dalam surat ini yaitu:

Pertama isbiru artinya sabar yang datangnya dari dalam jiwa sendiri

Kedua wasobiru artinya dan ipatgandakan kesabaran yang datangnya dari luar

Ketiga warobitu artinya dan itiqomahlah dari sabar yang pertama dan sabar yang kedua

Inya Allah Bersambung…