Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Tambang Emas

Tinggalkan komentar

Hanya Satu Meter Jaraknya dari Tambang Emas

 

Oleh: Napoleon Hill

Pengusaha Muslim – Salah satu penyebab kegagalan yang paling umum adalah berhenti ketika kita menghadapi sebuah kekalahan sementara dan banyak orang sering melakukan kesalahan ini.

Ketika masa perburuan emas dimulai, seorang paman teman saya R.U. Darby terkena “demam emas” dan dia pergi ke barat menuju Colorado untuk mencari emas dengan impian besar untuk menjadi orang yang kaya raya (dia tak pernah mendengar bahwa lebih banyak emas yang telah digali dari pemikiran orang-orang daripada yang telah digali dari bumi). Dia telah bertekad bulat untuk mencari emas dan setiap hari pergi bekerja dengan cangkul dan sekop untuk mencari emas yang dicarinya.

Setelah berminggu-minggu bekerja keras, dia menemukan bijih emas yang berkilauan itu. tetapi, dia memerlukan peralatan untuk mengangkat bijih emas itu ke permukaan. Diam-diam dia menutup tambang emas yang telah ditemukannya dan kembali ke rumahnya di Williamsburg, Maryland. Dia memberi tahu beberapa kerabat dekat dan tetangganya mengenai penemuannya. Setelah berunding, akhirnya mereka segera mengumpulkan uang dan berencana untuk membeli peralatan menambang emas dan mengirim hasil tambang emas mereka ke pabrik. R. U. Darby memutuskan untuk bergabung dengan pamannya, dan mereka kembali untuk menggarap tambang emas itu.

Gerobak pertama bijih emas tersebut berhasil digali dan dikapalkan ke sebuah pabrik peleburan logam. Hasilnya ternyata sangat menggembirakan. Hasil ini membuktikan bahwa mereka memiliki salah satu tambang emas paling kaya di Colorado. Dengan beberapa gerobak lagi mereka akan bisa melunasi utang-utang mereka. Kemudian mereka akan meneguk keuntungan sebesar-besarnya.

Semakin dalam penggalian mereka, semakin tinggi harapan Darby dan sang Paman. Kemudian terjadi sesuatu diluar dugaan mereka semua. Urat bijih emas itu menghilang! Mereka telah sampai di ujung pelangi, dan guci emas tak ada lagi di sana. Mereka terus menggali, dengan putus asa mencoba mencari urat bijih emas itu lagi – tetapi sia-sia. Berhari-hari mereka menggali dan menggali. Tetapi tampaknya memang urat bijih emas itu tidak ada lagi.

Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti.

Dengan putus asa dan wajah penuh kekecewaan, mereka menjual peralatan mereka ke seorang pedagang loak dengan harga yang sangat murah dan kembali ke kota asal. Kemudian, ketika para penambang emas sudah pergi dan menutup tambangnya, si pedagang loak memanggil seorang insinyur pertambangan untuk memeriksa tambang emas itu dan membuat perhitungan. Hasil pemeriksaan Insinyur itu menyatakan bahwa proyek tersebut gagal karena para pemiliknya tidak terlalu paham dengan ilmu bumi khususnya mengenai urat emas. Perhitungannya menunjukkan bahwa urat biji emas akan ditemukan hanya satu meter dari tempat kedua Darby itu berhenti menggali. Ketika penggalian dilanjutkan… memang disitulah emas yang disangka sudah menghilang itu berada! Si pedagang loak meraih jutaan dolar dari bijih di tambang tersebut karena dia tahu untuk bertanya kepada yang lebih ahli dibidangnya.

Lama setelah perisitiwa itu, Mr. Darby berkali-kali mencari uang untuk menutup kerugian akibat proyek tambang emasnya. Setelah mencoba berkali-kali akhirnya ia menemukan ‘tambang emas baru’ yang merupakan bisnis penjualan asuransi jiwa.

Tanpa pernah melupakan bahwa dia telah kehilangan keuntungan yang sangat besar karena berhenti satu meter dari emas itu, Darby memanfaatkan pengalaman itu dalam bidang baru yang ditekuninya. Dalam hati dia berkata, “Saya pernah berhenti satu meter dari emas, tapi saya takkan pernah berhenti karena ditolak orang-orang ketika saya meminta mereka membeli asuransi.”

Darby menjadi satu dari sekelompok kecil orang yang berhasil menjual asuransi jiwa lebih dari satu juta dolar setiap tahun. Kegigihannya berguru pada pelajaran yang didapatkannya dari bisnis tambang emas.

Sebelum kesuksesan menghampiri kehidupan seseorang, orang itu sudah pasti akan menemui banyak kekalahan sementara, dan, barangkali, kegagalan. Ketika seseorang merasa kalah, yang paling gampang dan paling logis untuk dia lakukan adalah berhenti. Itulah yang akan dilakukan sebagian besar orang.

Lebih dari lima ratus orang paling sukses yang terkenal di negara ini memberi tahu saya kesuksesan terbesar mereka justru datang setelah mereka merasakan kekalahan. Kegagalan adalah seorang penipu dengan ironi dan kelicikan yang kuat. Kegagalan sangat gembira bisa menjegal Anda persis ketika kesuksesan hampir Anda raih.

Referensi: The New Think & Grow Rich, Napoleon Hill

Sumber: QuickStart

=========

Catatan redaksi: Artikel diatas hanya untuk kita ambil dari semangat berusaha dan tidak berputus asa dalam meraih rizki dari Allah ta’ala. Adapun terkait hukum Asuransi kami sarankan Anda membaca ulasan Kami di: Klik Artikel Asuransi

Penulis: abuazwa

Nama : Abu Azwa Kusnanto bin Kusnun bin Abdul Hamid Tempat / Tgl Lahir : Bogor, 7 September 1978 Pendidikan Terakhir : Sarjana Teknik Elektro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s