Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Ilmu dan Akhlak

2 Komentar

Allah Ta’ala membedakan antara Ilmu dan Akhlak. Karena itulah ada orang yg berilmu namun akhlaknya kurang baik. Ada yang berakhlak mulia, tp kurang ilmunya.

Apabila ia adalah orang yang berilmu namun tidak berakhlak, maka ambilah ilmunya, tinggalkan akhlaknya yang buruk. Apabila ia seorang yang berakhlak, maka ambilah akhlak mulianya.

Demikian dalam bermu’amalah dengan manusia, seharusnya bersikap santun, memilih kata-kata yang dapat menyejukkan hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa dan Harun Alaihissalam untuk berkata lemah-lembut kepada orang yang paling keras kekafirannya, yaitu Fir’aun :” Maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. [Thaha/20:44].

Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Janganlah engkau menganggap remeh suatu kebaikan, walaupun sekedar bermanis muka ketika engkau bertemu dengan saudaramu” [Diriwayatkan oleh Muslim]

Diriwayatkan dari ‘Adiy bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jagalah dirimu dari neraka, meskipun dengan memberikan sebutir kurma. Jika kamu tidak mendapatinya, maka dengan mengucapkan kata-kata yang baik”.[Muttafaq alaihi]

Begitu pula, seharusnya menghindari sikap keras dalam bermu’amalah dan kata-kata yang kasar dalam berbicara. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya : “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. [Ali Imran/3 : 159]

Secara tabiat, manusia tidak suka dikasari. Sulaiman bin Mihran berkata, “Tidaklah engkau membuat marah seseorang, lalu ia mau mendengarkan kata-katamu.”[1]

Oleh karena itu, sikap kasar dan berlagak dalam berbicara merupakan perkara yang dibenci oleh Nabi. Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang terbaik akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak, yaitu tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun”. Sahabat bertanya : “Ya, Rasulullah. Kami sudah mengetahui arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?” Beliau menjawab,”Orang yang sombong.” [HR at Tirmidzi, ia berkata: “Hadits ini hasan”. Hadits ini dishahihkan oleh al Albani dalam kitab Shahih Sunan at Tirmidzi, no. 2018]

الثَّرْثَارُونَ (tsartsarun), banyak omong dengan pembicaraan yang menyimpang dari kebenaran.

الْمُتَشَدِّقُونَ (mutasyaddiqun), kata-kata yang meremehkan orang lain dan berbicara dengan suara lagak untuk menunjukkan kefasihannya dan bangga dengan perkataannya sendiri.

الْمُتَفَيْهِقُونَ (mutafaihiqun), berasal dari kata al fahq, yang berarti penuh. Maksudnya, seseorang yang berbicara keras panjang lebar, disertai dengan perasaan sombong dan pongah, serta menggunakan kata-kata asing untuk menunjukkan, seolah dirinya lebih hebat dari yang lainnya.

At Tirmidzi juga meriwayatkan dari ‘Abdullah bin al Mubarak rahimahullah mengenai maksud akhlak yang mulia. Ia berkata,”Yaitu bersikap ramah, memberikan kebaikan kepada orang lain, serta tidak mengganggunya.”

Apalagi menghadapi kebanyakan orang, kita harus banyak bersabar. Jika menolak terhadap perbuatan mereka yang kasar, lakukanlah dengan cara yang terbaik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya : “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar” [Fushshilat/41 : 34-35].

Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita keluasan ilmu dan keindahan akhlak karimah.

Barakallahu fikum wa ahlikum.

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

2 thoughts on “Ilmu dan Akhlak

  1. hemm sama pentingnya, ilmu akhlak dan amal

    NEW POSTING
    STOP SMOKING, PLEASE!!! Mencoba mengurangi Self Genoside
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/25/stop-smoking-please-mencoba-mengurangi-self-genoside/

    tukeran link temen

    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/

  2. Assalamu ‘alaikum, lam kenal. ditunggu kunjungan baliknya ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s