Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Manusia Kunci

Tinggalkan komentar

Anas bin Malik, seorang sahabat Nabi, suatu ketika pernah menyebutkan sabda Nabi Muhammad n, “Di antara manusia ada orang yang menjadi pembuka kebaikan dan menutup keburukan. Demikian pula ada manusia yang menjadi pintu keburukan  dan menutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan dirinya sebagai pembuka pintu kebaikan, dan celakalah orang yang menjadi pintu keburukan.” (Riwayat Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Ibnul Qayyim, seorang ulama ternama, sesekali merasakan kegundahan hati, lemah semangat ibadah, luntur motivasinya untuk berbuat kebaikan.  Satu hal yang kemudian ia lakukan. Ia menjumpai gurunya, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Demi sekadar mendengar nasihat alim tersebut, melihat keindahan akhlaqnya, dan semangat ibadahnya pada Allah. Sangat manjur! Gundahnya sirna mendengar nasihat sang guru, semangat ibadahnya terdongkrak, motivasinya menyala lagi. Sang guru, jadi pembuka pintu kebaikan baginya dan banyak kaum muslimin.

Nah, inginkah kamu menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan bagi orang lain, sekaligus jadi orang yang menutup keburukan? Bila mau ikutilah langkah-langkah ini!

•    Berusahalah untuk ikhlas dalam berkata dan berbuat. Karena keikhlasan adalah pondasi setiap kebaikan. Ikhlas pun sumber dari munculnya banyak keutamaan.
•    Berdoa dan meminta kepada Allah agar ditunjuki menjadi orang yang membuka pintu kebaikan. Doa adalah kunci segala kebaikan, dan Allah tidak menolak seorang hamba yang menghiba memohon pada-Nya. Allah pun tidak menghinakan seorang mukmin yang memanggil-Nya.
•    Bersemangat untuk mempelajari agama Islam. Ilmu merupakan hal yang membawa keutamaan dan kemuliaan, sekaligus benteng dari beragam keburukan.
•    Menunaikan ibadah kepada Allah, terlebih hal-hal yang fardhu, lebih spesial lagi adalah shalat fardhu. Karena shalat bisa mencegah seorang hamba dari perbuatan yang keji dan munkar.
•    Menghiasi kepribadian diri dengan akhlak yang mulia dan menjauhi akhlak yang rendah dan buruk.
•    Memilih kawan yang baik, berkumpul dan menghadiri majelis ilmu orang-orang shalih. Karena majelis ilmu dilingkupi oleh Malaikat. Jauhi pula majelisnya orang-orang yang jahat dan ahli maksiat.
•    Menasehati para hamba di saat bergaul dan bermasyarakat. Dengan menyibukkan mereka dengan kebaikan dan menjauhkan dari keburukan.
•    Mengingat hari berbangkit ketika berdiri di hadapan Allah disaat kebaikan dibalasi dengan kebaikan, dan keburukan dibalas dengan keburukan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al zalzalah:7-9)

Hal yang bisa menegakkan semua hal di atas adalah keinginan dan semangat kita berbuat baik dan memberikan kebaikan kepada orang lain. Bila keinginan tersebut ada, niatan terhujam kokoh serta azam kuat diiringi meminta pertolongan Allah serta menempuh cara-cara elegan dalam setiap masalah, maka kita bisa menjadi pionir kebaikan dan penutup keburukan. Buktikan saja!

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s