Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Iman Itu Perkataan Perbuatan Dan Keyakinan, Bertambah Dengan Ketaatan Berkurang Dengan Kemakshiyatan Oleh: Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Tinggalkan komentar

Sesungguhnynya Ahlus Sunnah wal Jama’ah berjalan di atas prinsip-prinsip

yang jelas dan kokoh baik dalam itiqad, amal maupun perilakunya. Seluruh

prinsip-prinsip yang agung ini bersumber pada kitab Allah dan Sunnah

Rasul-Nya dan apa-apa yang dipegang oleh para pendahulu umat dari kalangan

sahabat, tabi’in dan para pengikut mereka yang setia.

Prinsip-Prinsip Tersebut Teringkas Dalam Butir-Butir Berikut.

Prinsip Kedua

Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah : Bahwasanya

iman itu perkataan, perbuatan dan keyakinan yang bisa bertambah dengan

keta’atan dan berkurang dengan kema’shiyatan, maka iman itu bukan hanya

perkataan dan perbuatan tanpa keyakinan sebab yang demikian itu merupakan

keimanan kaum munafiq, dan bukan pula iman itu hanya sekedar ma’rifah

(mengetahui) dan meyakini tanpa ikrar dan amal sebab yang demikian itu

merupakan keimanan orang-orang kafir yang menolak kebenaran.

Allah berfirman.

“Artinya : Dan mereka mengingkarinya karena kedzoliman dan kesombongan

(mereka), padahal hati-hati mereka meyakini kebenarannya, maka lihatlah

kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan itu”. [An-Naml : 14]

“Artinya : ……. karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, akan tetapi

orang-orang yang dzolim itu menentang ayat-ayat Allah”. [Al-An’aam : 33]

“Artinya : Dan kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu

kehancuran tempat-tempat tinggal mereka. Dan syetan menjadikan mereka

memandang baik perbuatan mereka sehingga menghalangi mereka dari jalan

Allah padahal mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam”

[Al-Ankabut : 38]

Bukan pula iman itu hanya suatu keyakinan dalam hati atau perkataan dan

keyakinan tanpa amal perbuatan karena yang demikian adalah keimanan

golongan Murji’ah ; Allah seringkali menyebut amal perbuatan termasuk iman

sebagaimana tersebut dalam firman-Nya.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah mereka yang

apabila ia disebut nama Allah tergetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat

Allah bertambahlah imannya dan kepada Allahlah mereka bertawakal, (yaitu)

orang-orang yang mendirikan shalat, dan yang menafkahkan apa-apa yang telah

dikaruniakan kepada mereka. Merekalah orang-orang mu’min yang sebenarnya

…” [Al-Anfaal : 2-4]

“Artinya : Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian” [Al-Baqarah : 143]

[Disalin dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah oleh Syaikh

Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan Dar Al-Gasem-Riyadh,

penerjemah Abu Aasia]

http://salafidb.googlepages.com

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s