Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Termasuk Syirik: Memakai Gelang, Benang dan Sejenisnya Sebagai Penangkal Mara Bahaya

2 Komentar

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta’ala:
“Katakanlah (Muhammad kepada kaum musyrikin): Terangkanlah kepadaku tentang apa-apa yang kamu seru selain Allah. Jika Allah menghendaki untuk menimpakan suatu bahaya kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bahaya itu. Atau jika Allah menghendaki untuk melimpahkan suatu rahmat kepadaku, apakah mereka mampu menahan rahmat-Nya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, hanya kepadaNya-lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.” (Az-Zumar: 38)

Imran bin Husein radhiyallahu ‘anhu, menuturkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki terdapat ditangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya: ‘Apakah ini?’ Orang itu menjawab: ‘Penangkal sakit.’ Nabipun bersabda: ‘Lepaskan itu, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.’ (HR Imam Ahmad dengan sanad yang bisa diterima)

Dari riwayat Imam Ahmad pula dari ‘Uqbah bin Amir dalam hadits marfu’: “Barangsiapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya, dan barangsiapa menggantungkan wada’ah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. Disebutkan dalam riwayat lain: Barangsiapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirik.”

Tamimah: sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang dan lain sebagainya.

Wada’ah: sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang; menurut anggapan orang-orang jahiliyah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit. Termasuk dalam pengertian ini adalah jimat.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa ia melihat seorang laki-laki ditangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah Ta’ala: “Dan sebagian besar dari mereka itu beriman kepada Allah, hanya saja mereka pun berbuat syirik (kepadaNya).”

Kandungan dari tulisan ini:

  1. Dilarang keras memakai gelang, benang dan sejenisnya untuk maksud-maksud seperti tersebut di atas.
  2. Dinyatakan bahwa sahabat tadi apabila mati, sedangkan gelang (atau sejenisnya) itu masih melekat pada tubuhnya, tidak akan beruntung. Ini menunjukkan kebenaran pernyataan para sahabat bahwa: “Syirik ashghar lebih berat daripada perbuatan dosa besar.”
  3. Syirik tidak dapat dimaafkan dengan alasan karena tidak mengerti.
  4. Gelang, benang dan sejenisnya tidak berguna untuk menolak atau mengusir sesuatu penyakit, bahkan berbahaya; karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “…karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu.”
  5. Mengingkari dengan keras terhadap orang yang melakukan perbuatan seperti itu.
  6. Dijelaskan bahwa orang yang menggantungkan sesuatu barang untuk maksud-maksud seperti tersebut di atas, Allah akan menjadikan dirinya mengandalkan barang itu.
  7. Dinyatakan bahwa orang yang menggantungkan tamimah telah melakukan suatu perbuatan syirik.
  8. Mengikatkan benang pada tubuh untuk mengobati sakit panas termasuk syirik.
  9. Pembacaan ayat tersebut yang dilakukan oleh Hudzaifah menunjukkan bahwa para sahabat menggunakan ayat-ayat yang berkenaan dengan syirik akbar sebagai dalil untuk syirik ashghar, sebagaimana tafsiran yang disebutkan Ibnu ‘Abbas dalam salah satu ayat dari surah Al-Baqarah.
  10. Menggantungkan wada’ah sebagai penangkal atau pengusir ‘ain termasuk pula syirik.
  11. Orang yang menggantungkan tamimah dido’akan semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan orang yang menggantungkan wada’ah dido’akan semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya.

Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

2 thoughts on “Termasuk Syirik: Memakai Gelang, Benang dan Sejenisnya Sebagai Penangkal Mara Bahaya

  1. Tanya dan minta penjelasannya (mohon juga kopikan ke alamat tsb) apakah ini juga syirik?:
    1. Minum pil/obat dari dokter?
    2. seorang ibu mengompres anaknya yg demam?
    3. pakai koyo/obat oles?
    4. dsb lah, Trims atas perhatiannya!

    • Assalamu’alaikum,
      Terima kasih telah mengunjungi blog saya,
      Sebelum saya menjawab pertanyaan dari antum, saya akan menjelaskan dulu lawan dari Syirik yaitu Tauhid
      Tauhid terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
      1.Tauhid Rububiyah,
      2.Tauhid Uluhiyah,
      3.Tauhid Dzat wa Asma’ wa Shifat
      1. Tauhid Rububiyah
      Pada hakekatnya semua datangnya hanya dari Allah Subhana Wa Ta’ala, baik Rizki maupun musibah semua datangnya hanya dari Allah, dan ini dinamakan dengan Tauhid Rububiyah (Tauhid rububiyah adalah mengesakan Alloh ta’ala dalam perbuatan-Nya), bahkan orang-orang kafir pun pada jaman Rasulullah mengakui Tauhid ini dalilnya adalah:
      Dalilnya adalah firman Alloh ta’ala,
      “Katakanlah, “Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan sipakah yang mengatur segala urusan?” Mereka akan menjawab, “Alloh.” Maka katakanlah, “Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS. Yunus: 31)


      Ayat-ayat yang berbicara tentang masalah ini sangat banyak.

      2. Tauhid Uluhiyah

      Tauhid inilah yang menyebabkan terjadinya pertentangan baik pada zaman dahulu maupun sampai zaman sekarang. Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Alloh dalam perbuatan-perbuatan hamba, seperti berdo’a , nadzar, menyembelih kurban, raja’ (rasa harap), takut , tawakal, raghbah (senang), rahbah (takut), dan inabah (kembali kepada Alloh). Seluruh macam ibadah tersebut memiliki dalil dalam al Qur’an.

      3. Tauhid Dzat wa Asma’ wa Shifat

      Alloh ta’ala berfirman,
      “Katakanlah, “Dialah Alloh Yang Maha Esa. Alloh adalah Tuhan tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas:1-4)

      Alloh ta’ala berfirman,
      “Hanya milik Alloh asmaul husna. Oleh karena itu, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Kelak mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf: 180)

      Alloh ta’ala berfirman,
      “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syura: 11).

      adapun memakai gelang, benang dan sejenisnya sebagai penangkal mara bahaya ini termasuk syirik, karena mereka menyakini benda2 tersebut bisa melindunginya, secara dalil akal dan dalil akli tidak bisa di terima dan tidak bisa di buktikan secara ilmiah,

      adapun mengenai,
      1. Minum pil/obat dari dokter?
      2. seorang ibu mengompres anaknya yg demam?
      3. pakai koyo/obat oles?
      ini semua tergantung dari keyakinan kita, bisa syirik bisa juga tidak
      berikut penjelasannya
      minum obat merupakan ikhtiar
      ikhtiar = usaha.
      Ikhtiar langit = berdoa, shalat, sedekah, sabar dll
      Ikhtiar bumi = ke dokter, minum obat
      jadi berdoa adalah usaha juga.
      (ga sepaham gapapa neh) ^_^

      Orang sakit kebanyakan yang salah adalah mencari kesembuhan dulu (ini bagi tauhidnya yang masih kurang) setahu mereka yang menyembuhkan penyakit adalah OBAT, DOKTER atau INI ITU, tapi kalo bagi orang2 yang tauhidnya sudah kuat, yang dia cari pasti Allah dulu (ampunan-Nya, kasih sayang-Nya, cinta-Nya, berkah-Nya)…karena mereka sadar SEMBUH itu dari ALLAH.

      Kebanyakan dari mereka yang sakit atau pun keluarga si sakit seharusnya yang dikejar itu kan Allah dulu, bukan obatnya dulu, sebab obat itu ada yang bisa menyembuhkan dan ada yang tidak bisa menyembuhkan, makanya tak jarang orang yang mau bersyukur pada Pusatnya Sumber Kesembuhan kalo sudah disembuhkan ‘obat’ atau ‘dokter’, tapi kalo mati, artinya dia sudah melakukan syirik kecil, karena tidak mnomorsatukan Allah dalam pencarian kesembuhannya.

      Beda kalo yang dicari Allah, kalopun enggak sembuh alias MATI, minimal kita dalam kategori BERIMAN kepada-Nya kan? Beriman bhwa kesembuhan itu milik-Nya, minimal TAUHID yang kita miliki sangat kuat kan? *karena sukses menomorsatukan Allah SWT.
      wallahu’alam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s