Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Shalatku di Mushala atau di Masjid?

2 Komentar

(ustadz kholid syamhudi, Lc.)

Bermunculannya surau-surau atau disebut juga mushala merupakan satu fenomena yang banyak terjadi di masyarakat. Terkadang ini menjadi salah satu penyebab pemicu malasnya orang berjamaah dan memakmurkan masjid jami’ atau masjid-masjid waqaf lainnya. Apalagi dalam opini banyak kaum muslimin surau-surau tersebut sama hukumnya dengan masjid.

Oleh karena itu, sebelum menjawab pertanyaan diatas, perlu didefinisikan pengertian masjid dan surau atau mushala, sehingga menjadi lebih jelas permasalahannya dan dapat menghindari kesalahpahaman. Sebab ternyata banyak orang salah paham terhadap satu hokum, hanya karena belum mengetahui definisi dan gambaran permasalahannya dengan baik.

Definisi Masjid

Masjid didefinisikan ulama dengan :

Sebidang tanah yang dilepaskan dari kepemilikan pribadi dan diwaqafkan lillahi ta’ala serta dikhususkan untuk shalat dan ibadah 1). Biasanya dibangun diatasnya bangunan khusus yang menjadi kekhususannya.

Demikianlah para ulama sepakat menyatakan masjid itu harus diwaqafkan, baik dengan waqaf lisan atau ada indicator perbuatan yang menunjukkan hal tersebut, seperti membangun masjid dan mengajak orang-oranguntuk shalat disana 2).

Sedangkan mushala pada zaman Rasulullah I adalah tanah lapang yang digunakan untuk shalat ‘ied (hari aya). Saat ini, sebagian muslimin membuat surau atau mushala dirumah-rumah atau samping rumah mereka untuk shalat dan kegiatan lainnya. Nah, bila itu semua telah diwaqafkan lillahi ta’ala dan dikhususkan untuk shalat dan ibadah, maka itu adalah masjid. Bila tidak maka bukan masjid dan tidak diberlakukan hukum-hukum masjid, seperti larangan berjual beli didalamnya dan sebagainya.

Dari semua ini, maka sebaiknya anda shalat berjamaah di masjid terdekat, bukan di mushala bila ingin mendapatkan pahala berjamaah bersama imam. Tentu shalat berjamaah disurau tersebut masih sah, namun tidak sama dengan keutamaan shalat berjamaah dimasjid.

Keutamaan shalat berjamaah di masjid

Hikmah disyariatkannya shalat berjamaah di masjid diantaranya adalah terjadinya interaksi antara warga sekitarnya dengan saling mengenal, tolong menolong dan saling mengerti keadaan tetangganya. Bila sakit bisa dijenguk dan bila kesusahan bias dibantu. Dengan berjamaah dimasjid terdekat ini insya Allah semua dapat diwujudkan. Oleh karena itu, Rasulullah I menganjurkannya sebagaimana diriwayatkan ibnu umar. Beliau bersabda, sabdanya :

اِيُصَلَّ أحَدُكٌمْ فِيْ مَسْجِدِ،وَلاَيَتَتَبَّعِ الْمَسَاجِدَ

“hendaklah salah seorang kalian shalat dimasjidnya dan tidak mencari-cari masjid lainnya”.(riwayat Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir 12/370 dan Al-Ausath 6/82-83 dan dishahihkan Al-Albani dalam silsilah Shahihah 5/234 dan Shahih Al-Jaami’ no.5332)

Mencari masjid lain yang jauh dari rumah kita akan menimbulkan dua perkara yang tidak baik yaitu:

  1. kosongnya masjid dari jamaah atau mengurangi jumlah jamaahnya. Bisa dibayangkan bila setiap warga sekitar pergi meninggalkan masjid terdekat, tentu lama kelamaan makmum masjid kampong akan berkurang dan bias jadi habis. Sehingga hanya diisi satu orang imam yang merangkap sebagai muadzin dan makmum, seperti dilihat disebagian masjid yang tidak dimakmurkan warga sekitarnya. Padahal sudah jelas bahwa memakmurkan masjid termasuk ketaatan, dan berkumpul nya warga shalat berjamaah di masjid tersebut merupakan sikap saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa yang Allah perintahkan dalam firman-Nya,

وَتَعَاوَنُواعَلَي الْبِرَّوَالتَّقْوَي

dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan)kebajikan dan takwa” (Al Maidah :2)

  1. membuat imam masjid dan jamaah masjid lainnya jadi sedih dan buruk sangka. Ia akan bertanya dalam hatinya, mengapa si fulan itu lebih senang shalat ditempat lainnya? Lalu muncul buruk sangka dalam hatinya.

Ibnu Qudamah menyatakan,”Bila dalam berjamaah tidak dimasjid terdekat dapat membuat sedih sang imam atau jamaahnya, maka menghibur hati mereka lebih utama.”

Namun bila ada hal-hal tertentu yang memaksa seseorang mencari masjid yang jauh dari tempatnya seperti adanya pengajian atau imamnya tidak memenuhi syarat atau rukun shalat dan hajat lainnya, maka insya Allah diperbolehkan berjamaah tidak di masjid terdekatnya.

Mudah mudahan Allah membimbing kita menuju keridhaan-Nya. Wallahu a’lam.

Footnotes :

<!–[if !supportLists]–>1) <!–[endif]–>Kitab Ahkaam Hudhur Al Masjid, syeikh Abdullah Al Fauzaan hal. 5

<!–[if !supportLists]–>2) <!–[endif]–>Kitab Ahkaam Hudhur Al Masjid, syeikh Abdullah Al Fauzaan hal. 5-6

Ditulis ulang dari rubrik konsultasi syariat, Majalah Nikah vol. 5, no. 12, Maret 2007

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

2 thoughts on “Shalatku di Mushala atau di Masjid?

  1. tolong teks arabnya untuk definisi masjid … apa antum jual/punya kitabya ? agar bisa ana sampaikan lagi kepada lainnya. Jazakallah

  2. Apakah sah shalat sesorang di mushala Rumah/sekolah/kantor sedangkan lokasi masjid tidak terlalu jauh dan suara adzan pun terdengar ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s