Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

KHATIMAH

Tinggalkan komentar

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Dianjurkan bagi orang-orang yang beri’tikaaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan dan yang tidak i’tikaaf, berusahalah memanfaatkan waktu untuk ibadah kepada Allah, perbanyaklah baca al-Qur-an, berdzikir kepada Allah, dan melakukan shalat-shalat sunnat yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mudah-mudahan kita termasuk orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan dan mudah-mudahan pula dosa kita diampunkan Allah Subahanhu wa Ta’ala

Allah Jalla Jalaluhu berfirman:

“Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.[Al-Qadar: 1-5]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Barangsiapa berdiri (melaksanakan ibadah) pada malam Lailatul Qadar, karena iman dan mengharapkan ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”

[HSR. Al-Bukhari no. 2014, Muslim 760 (175), Abu Dawud no. 1372, an-Nasaa’i IV/157]

Dianjurkan pula banyak do’a dan dzikir ini pada malam ganjil di akhir Ramadhan yang diharapkan adanya Lailatul Qadar

“Artinya : Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku”

[HSR. Ahmad VI/171, Ibnu Majah no. 3850, at-Tirmidzi no. 3513 dari Aisyah Radhiyallahu ‘amha. Lihat Shahih at-Tirmidzi no. 2789 dan Shahih Ibni Majah no. 3105]

Wallahu a’lam bish shawaab.

Penutup dari pembahasan ini adalah do’a

“Artinya : Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memujimu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak untuk diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, aku meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu”

[HR. An-Nasa’i di dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 403, Ahmad VI/77. Lihat Fat-hul Baari XIII/546, Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah no. 3164]

MARAAJI’
[1]. Shahih al-Bukhari.
[2]. Shahih Muslim tarqim Muhammad Fuad Abdul Baqi.
[3]. Fat-hul Baary Syarah Shahih Bukhari oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalaany, cet. Daarul Fikr.
[4]. Syarah Shahih Muslim oleh Imam an-Nawawy, cet. Daarul Fikr.
[5]. Sunan Abu Dawud.
[6]. Jaami’ at-Tirmidzi.
[7]. Sunan Ibni Majah.
[8]. Sunan an-Nasaa’i.
[9]. Musnad Imam Ahmad, cet. Daarul Fikr.
[10]. Al-Muwaththa’ Imam Malik, tarqim Mu-hammad Fuad ‘Abdul Baqi, cet. Darul Hadits thn. 1371, Cairo.
[11]. As-Sunan al-Kubra Imam al-Baihaqy, cet. Daarul Ma’rifah.
[12]. Sunan ad-Darimi, cet. Daarul Fikr.
[13]. Shahih Ibnu Majah bil Ikhtisharis Sanad, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani, al-maktabah at-Tarbiyah al-‘Araby lid Duwal al-Khalij, thn. 1408.
[14]. Shahih at-Tirmidzi.
[15]. Al-Muntaqa, oleh Ibnul Jarud, cet. Daarul Kutub al-Ilmiyyah.
[16]. Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.
[17]. Shahih Jaami’ush Shaghiir, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.
[18]. Al-Muhalla, Ibnu Hazm, cet. Daarul Fikr.
[19]. Zaadul Ma’ad Fii Hadyi Khairil ‘Ibaad, oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Tahqiq dan takhrij Syu’aib al-Arnauth dan Abdul Qadir al-Arnauth.
[20]. Al-Mughni, oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisi, tahqiq Dr. Abdullah bin Abdil Muhsin at-Turky.
[21].Nailul Authar, oleh Imam asy-Syaukani, cet. Mathba’ah Musthafa al-Baabi al-Halabi, Mesir.
[22]. Subulus Salam, Imam ash-Shan’any.
[23]. Irwaa’ul Ghalil fit Takhrij Ahaadits Manaris Sabil, oleh Syaikh Muhammad Nashirud-din al-Albani.
[24]. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, cet. III Daar al-Fikr, th. 1403 H.
[25]. Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd, cet. Daarul Fikr.
[26]. Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab, oleh Imam Nawawi, cet. Daarul Fikr.
[27]. Fiqhul Islam Syarah Bulughil Maram, oleh Abdul Qadir Syaibatul Hamdi.
[28]. Qiyaamu Ramadhaan, oleh Syaikh Mu-hammad Nashiruddin al-Albani.
[29]. Al-Inshaf fii Ahkamil I’tikaaf, oleh Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid.
[30]. Amalul Yaumi wal Lailah, oleh Imam an-Nasa’i.
[31]. Al-Jami’ li Ahkaamil Qur’an, oleh Imam al-Qurthubi.
[32]. Ahkaamul Qur’an, oleh al-Jashshash.
[33]. Rawaa’iul Bayan fii Tafsiri Ayatil Ahkam.
[34]. Lisaanul Arab, oleh Ibnu Manzhur, cet. Daar Ihyaa-it Turats al-Araby.
[35]. An-Nihayah fii Ghariibil Hadits, oleh Ibnul Atsiir.
[36]. Mufradaat Alfaazhil Qur-aan, ar-Raaghib al-Ashfahaani.
[37].Shahih Sunan Abi Dawud, jilid II, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany

[Disalin dari buku Itikaaf oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s