Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Hukum Wirid Secara Jama’ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

18 Komentar

Tanya :

Di masjid tempat kami biasa melakukan shalat; ketika shalat jama’ah selesai, mereka (para jama’ah bersama-sama imam-red) sering mengucapkan bacaan/wirid : astaghfirullaahal ‘azhiim wa atuubu ilaihi… Apakah hal (amalan) ini pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ?

Jawab :

Mengenai istighfar (bacaan astaghfirullah-red) maka hal itu memang waarid (berasal secara shahih dan kuat) dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam; bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bila selesai mengucapkan salam, beliau membaca istighfar tiga kali sebelum beliau membalikkan badannya menghadap para shahabatnya. Sedangkan gerakan-gerakan seperti yang saudara penanya sebutkan, yaitu membaca istighfar tersebut (dilakukan) secara jama’ah/bersama-sama maka hal itu adalah perbuatan bid’ah yang bukan merupakan petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan seharusnya masing-masing beristighfar untuk dirinya secara sendiri-sendiri, tanpa harus terikat dengan orang lain dan tanpa suara (yang diucapkan) secara berjama’ah/bersama-sama. Para shahabat dulu juga membaca istighfar (tersebut) secara sendiri-sendiri tanpa suara (yang diucapkan) berjama’ah/bersama-sama, begitu juga generasi-generasi setelah mereka yang hidup dalam abad-abad utama. Jadi, membaca istighfar itu sendiri pada dasarnya adalah sunnah hukumnya setelah memberi salam, akan tetapi membacanya dengan secara jama’ah merupakan perbuatan bid’ah; oleh karena itu wajib ditinggalkan dan dijauhi. (al-Muntaqa min fataawa fadhilatisy Syaikh Shalih al-Fauzan, ‘Adil al-Furaidan (ed.), III, hal. 72, no. 109).

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

18 thoughts on “Hukum Wirid Secara Jama’ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

  1. assalamu’alaikum……
    sebelum memberikan hukum bid’ah, njenengan harus mengerti dulu bahwa ada bid’ah yang bersifat chasanah. artinya hal itu dilakukan tapi menimbulkan banyak manfa’at bagi kemaslahatan jama’ah.
    tujuan dari dzikir berjama’ah dengan suara lantang adalah untuk menuntuk jama’ah dan membiasakan berzikir. kalau bicara bid’ah, tentulah anda lebih bid’ah, menggunakan barang-barang yang belum pernah digunakan oleh nabi muhammad saw.
    bijaklah dalam menilai, janganlah mengedepankan egoisme kelompok njenengan.
    wassalam…

    • Bisa tunjukkan dalilnya mas bid’ah hasanah, yang saya tau semua bid’ah itu sesat dan imbalannya masuk neraka. Tidak ada bid’ah yg hasanah, acuannya harus mengambil dari sunnah nabi. Jika itu bid’ah hasanah pasti tertulis di dalam hadist dan semua para sahabat mengerjakannya. Tapi kenyataannya kan TIDAK.

      Manhaj (cara dan sikap beragama) kaum muslim harus mengambil dari nabi dan sahabat-sahabatnya. Islam nanti akan pecah 73 firqah, hanya 1 firqah saja yg dijanjikan surga. Mari kita beragama islam yg benar tidak mengikuti adat istiadat setempat.
      Karena Islam itu assunnah, dan sunnah itu islam. Belajar dulu baru beramal, tp yang ada di masyarakat kita, beramal dulu baru belajar…… renungkanlah

  2. Assalamualaikum warokhmatullahi wabarokatuhu

    kpd akhi Habib …
    Maaf sy bkanlah seorang ahli dalam agama …
    Namun dsini sy maw brtanya …

    Adakah hadist shohih yg menjelaskan adanya BID’AH HASANAH ?
    Trima kasih

    • kalo semua bid’ah itu jelek dan sesat,,berarti internet,listrik,komputer dan semua teknologi yg qta pke ini sesat juga donk..bid’ah itu kan segala sesuatu yang baru..kok anda make???saya juga mw nanya,,ada g hadis shohih yg melarang kita baca wirid bersama2???jangan mentang2 g pernah Dilakukan Rasulullah trus g boleh gitu,,emang anda tau Rasulullah pernah makan tempe???

  3. orang islam yang menjadi umat nabi SAW tidak pernah memoermasalhkan perbedaan kalu dalilnya belum diatus secara pasti baikdari alquran atau hadis.mkash saudara-saudaraku..nabi aja menghormati agama lain selagi tidak memusuhi…punya ilmu ya digunakan secara kafah jangan sepotong-potong

  4. Mengada2 gimana? mengada2 sesuatu untuk kehidupan? untuk ibadah? Kl internet? Kalo pake internet niatnya karena Allah untuk ibadah gimana? Kalo mau “mengingatkan” orang yg sedang di sawah karna waktunya salat (dgn speaker di masjid? atau lebih baik oleh Anda datangi org2 tsb…trus tanya satu2…mas…solat dulu…pa solat dulu…kek solat duluuu?) Kalo mau pake peci nasional untuk solat? Pake celana panjang (tp bersih dari najis)? dll…

  5. boleh anda ketahui,,
    bahwa kata2 bidaah itu hanya dalam ruang lingkup ibadah,,

    arti dalam bid’ah ialah mengada-ngada atau melebih-lebihi hukum yg ada dalam ibadah bukan dalam perilaku, seperti naik motor, maen internet dan lain2,,

  6. beginilah kalo orang belajar tapi cuma setengah-setengah.mengambil dalil cuma sepenggal. semua di hukumi bid’ah. beginilah kalo
    otak n eqyu pas-pasan jadinya menelaah dalil juga awut awutan.
    baru hafal 2 ato 3 hadits aza sok jadi mujtahid.

  7. Assalamualaikum warokhmatullahi wabarokatuhu

    saudara saudara ku sesama muslim bertakwallah kepada ALLAH karena orang yang bertakwa sajalah yang berhak mendapatkan safaat dari ALLAH. agar menjadi insan muslim yang bertakwa kita harus menuntut ilmu, tanpa ilmu agama sangat mustahil kita mendapat derajad takwa.

  8. bener banget mas semua yang tidak ada tuntunannya menurut quran dan hadist berarti mengada-ada dan ibadah yang tidak ada tuntutannya adalah bid’ah, mari kita kembali kepada quran dan hadist kalau kita mengaku sebagai muslim

  9. apabila cara ibadah kita tidak ada sesuai di qur an dan hadits maka percuma smua yg kita lakukan ditolak mentah2

  10. yang biasa ngomong wiridan bersama-sama bid’ah, ditempat saya orangnya hanya baca buku doang tidak alim. tapi yang wirid bersama orangnya alim kitab apa saja punya ditanya dalil apa saja pinter jawab dari hadis maupun Qur’an. mungkin yang serba bid’ah ngajinya belum sampai kesana makanya ditempat saya tidak laku.

  11. wirid merupakan sunnah nabi…….., yang namanya sunnah tidak ada yang bid,ah. maka nya banyak belajar dari ulama. bukan dari buku… sehingga tidak salah tafsir.

  12. Assalamu’alaikum… saudaraku sekalian, INNAMAL MUSLIMUNA IKHWATUN … jika benar datangnya murni dari ALLAH SWT, jika salah datangnya dr sy pribadi… ada istilah orang bisa karena terbiasa, dengan mendengar inilah cara yg mudah dlm menghafal, sbb dlm ritual ibadah kita sbg umat islam kebanyakan menggunakan bacaan yg harus dihafalkan, masak sih kalau shalat atau wirid sambil membaca ? dlm shalat berjamaah khan bermacam2 ,ada anak kecil yg msh belajar mengaji, ada orang yg msh pas2an ilmu agamanya….nah mungkin dgn cara wirid bersama begini agar yg blm hafal menjadi hafal. narasumber mengatakan Bid’ah yg hrs ditinggalkan!! jika bid’ah dilaksanakan adalah dosa, orang yg berdosa adalah neraka…. kasihan sekali saudara2ku yg berbuat baik, gara2 wirid berjamaah aja ” MASUK NERAKA ” yg sy tanyakan “kenapa wirid berjamaah berdosa???”……. ( yg sy minta jgn ada jawaban ” karena Rasulullah tdk pernah melakukan wirid berjamaah ” ) tolong https://abuzahrakusnanto.wordpress.com jawab pertanyaan sy….syukron

  13. Hati-hatilah membid’ahkan suatu amalan. Wiridan itu kan bukan ibadah mahdhoh yang nggak boleh dibuat-buat selain harus mengikuti tuntunan Rosulullah saw. Setelah orang selesai sholat jama’ah langsung pergi tanpa baca wirid aja boleh. Kenapa yang mau baca wirid dengan jama’ah malah dituduh bid’ah yang ancamannya bakal masuk neraka. Allah itu Maha Melihat dan Maha Adil wahai Saudaraku.

  14. Dikisahkan, Sahabat Umar bin Khattab selalu membaca wirid dengan suara lantang, berbeda dengan Sahabat Abu Bakar yang wiridan dengan suara pelan. Suatu ketika nabi menghampiri mereka berdua, dan nabi lalu bersabda: Kalian membaca sesuai dengan yang aku sampaikan. (Lihat al-Fatâwâ al-hadîtsiyah, Ibnu Hajar al- Haitami, hal 65). Berdzikir (wiridan) dengan suara keras (jahr), setelah shalat maktubah atau shalat sunah, menurut kesepakatan (ijma’) para Ulama’ hukumnya sunah, karena hal itu sudah menjadi kebiasaan Rasulullah Saw, sebagaimana yang di terangkan dalam hadits-haditsnya Artinya : “ Dari Ibnu Abbas r.a, ia menceritakan : bahwa sesungguhnya mengeraskan suara dengan dzikir ketika orang-orang selesai shalat fardlu itu sudah terjadi sejak zaman Rasulullah Saw. Ibnu Abbas menjelaskan lagi; aku dapat mengetahui bahwa mereka telah selesai shalat demikian itu kebetulan aku mendengarnya”. (HR. Imam Bukhari )

    Kemungkinan asal muasalnya seperti di atas, ditambah wirid secara bersamaan juga untuk “transfer ilmu”, sebagian besar hapalan quran dan bacaan2 sunah yg bisa saya hapal paling efektif adalah dengan rajin mendengarkan termasuk mengenai wirid.

    Wirid sepengetahuan saya juga bukan tergolong ibadah Makhdah yg bisa dikenakan hukum bidah..

    Dan bayangkan kalau setiap orang berwirid keras tapi sendiri-sendiri, akan terdengar tidak bagus, tidak kompak bahkan mengganggu satu sama lain..dengan bersama-sama tentunya akan lebih teratur, dan buat yg belum hapal, bisa ikut menghapal..

    Kemudian kalau wirid memang sunah dan yg dimasalahkan hanya tentang nyaring/tidak atau sendiri-sendiri/bersama…artinya sama dengan menganggap tarawih itu bidah.
    Ada 2 hal mengenai tarawih yg tidak SAMA PERSIS dengan apa yg dikerjakan RAsulullah, pertama dari sisi waktu, Nabi melaksanakan Tengah Malam sampai menjelang Sholat Subuh, kalau tdk kuatir kelewatan sahur maka niscaya Rasulullah lanjut sampai Sholat Subuh (yg kita laksanakan sekarang tentu Bidah Waktu), kedua adalah Bidah Bacaan,Rasul Sholat Tarawih bisa Sampai berapa Juz dalam satu rakaat..ketiga Bidah tatacara, Rasul setiap salam sholat Tarawih, santai dulu duduk yg lama dan menjadi asal muasal penyebutan Shalat Tarawih..
    Tapi toh tidak ada yg mem-bidah-kan satu sama lain..

    Wallahu’alam

  15. aku pengen tau b!d’ah apa
    apa hadits nya
    trang kan scra ilmu nawhu,sorof,bayan,bade’,dan mantiq
    biar lebih jelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s