Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

HUKUM SHALAT DAN KEUTAMAANNYA

Tinggalkan komentar


1- Makna shalat, hukumnya dan keutamaannya

• Shalat lima waktu merupakan rukun islam yang paling utama setelah dua syahadat, ia wajib atas setiap orang muslim laki-laki dan wanita dalam kondisi apapun, baik dalam keadaan aman maupun takut, sehat maupun sakit, bermukim maupun musafir, dan setiap kondisi ada cara tersendiri yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

• Shalat adalah: suatu ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbir, dan diakhiri dengan salam.

• Hikmah disyari’atkannya shalat:

Shalat adalah cahaya, sebagaimana cahaya bisa menyinari, maka demikian pula shalat dapat menunjukkan kepada kebenaran, mencegah dari maksiat, dan mencegah perbuatan keji dan mungkar.

• Shalat merupakan sarana untuk berhubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya, ia adalah tiang agama, seorang muslim bisa mendapatkan lezatnya bermunajat dengan Tuhannya ketika shalat, maka jiwanya menjadi tenang, hatinya tentram, dadanya lapang, keperluannya terpenuhi, dan bisa beristirahat dari persoalan dunia.

• Shalat adalah perbuatan dzahir yang berkaitan dengan badan seperti berdiri, duduk, ruku’, sujud, dan semua perkataan dan perbuatan. Dan merupakan perbuatan batin yang berkaitan dengan hati, yaitu dengan mengagungkan Allah saw. bertakbir, takut kepadanya, mencintainya, mentaatinya, memujinya, bersyukur kepadanya, rasa rendah dan patuh kepada tuhannya. Adapun yang dzahir bisa dicapai dengan melakukan apa yang diajarkan oleh nabi saw dalam shalat, sedangkan yang batin bisa dicapai dengan tauhid dan iman, ikhlas dan khusyu’.

• Shalat mempunyai jasad dan ruh: adapun jasadnya adalah berdiri, ruku’, sujud, dan membaca bacaan. Adapun rohnya adalah: mengagungkan Allah, takut kepada-Nya, memuji-Nya, memohon kepada-Nya, mohon ampun kepada-Nya, mengucapkan shalawat dan salam kepada rasul-Nya, keluarga-Nya, dan hamba-hamba Allah yang shalih.

• Allah menyuruh hamba-Nya setelah mengucapkan dua syahadah untuk mengikat kehidupannya dengan empat perkara ( shalat, zakat, puasa, dan haji) dan inilah rukun islam, dan masing-masing ibadah tersebut perlu latihan agar manusia bisa melaksanakan perintah Allah terhadap dirinya, hartanya, syahwatnya, dan tabi’atnya; agar ia menjalani hidupnya sesuai dengan perintah Allah dan rasulnya, dan sesuai dengan apa yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya, bukan menurut hawa nafsunya.

• Didalam shalat, seorang muslim melaksanakan perintah Allah atas setiap anggota badannya agar terbiasa taat kepada Allah dan melaksanakan perintahnya dalam segala aspek kehidupanya, pada akhlaknya, mu’amalahnya, makanannya, pakaiannya, dan seterusnya sehingga ia menjadi orang yang taat kepada Tuhannya di dalam shalat maupun di luarnya.

• Shalat mencegah dari perbuatan mungkar, dan merupakan sebab dihapuskannya dosa dan kesalahan.

• Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya beliau mendengar Rasulullah saw berkata: “Bagaimana pendapatmu seandainya di depan pintu salah seorang diantara kalian ada sebuah sungai, dimana ia mandi pada sungai tersebut setiap hari sebanyak lima kali, apakah akan tersisa daki di badannya? Mereka berkata: tidak akan tersisa dakinya sedikitpun. Rasulullah berkata: “Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapuskan dos-dosa karenanya.

Istiqamahnya hati

Apabila hati manusia istiqamah, maka anggota badannya juga akan istiqamah, dan hati bisa istiqamah dengan dua hal:

1- mendahulukan apa yang dicintai Allah atas apa yang dicintai dirinya.

2- Mengagungkan perintah dan larangan yaitu syari’at, dan ini timbul dari , terkadangpengagungan terhadap yang memerintah dan yang melarang, yaitu Allah  manusia melakukan peritah karena ia dilihat oleh orang, dan ingin mendapatkan pangkat dan kedudukan di sisi mereka, dan terkadang meninggalkan larangan karena takut tidak dihargai orang, atau takut mendapat sangsi di dunia yang dikenakan oleh Allah atas larangan agama, seperti hudud, hal ini melakukan atau meninggalkan bukan timbul dari pengagungan perintah dan yang larangan, dan tidak pula karena mengagungkan yang memerintah dan yang melarang.

• Tanda mengagungkan perintah Allah:

Hendaklah seorang hamba memperhatikan waktunya dan batas-batasnya, melakukan rukun-rukunnya, wajib-wajibnya, dan sunnah-sunnahnya, ia berusaha menyempurnakannya, dan segera menunaikannya ketika tiba waktunya dengan senang hati, dan ia sedih apabila ketinggalan, seperti shalat jamaah dan semisalnya, dan hendaknya ia marah karena Allah apabila larangan Allah dilanggar, dan bersedih apabila bermaksiat kepadanya, gembira apabila taat kepadanya, dan tidak terus-menerus melakukan rukhshah (keringanan), tidak selalu mencari illah hukum, apabila mengetahui hikmahnya, maka ia bertambah patuh dan mengamalkan.

• Perintah-perintah Allah SWT ada dua macam:

1- Perintah yang disukai oleh diri kita seperti perintah makan yang baik-baik, menikahi wanita yang kita senangi sampai empat, berburu hewan darat maupun laut, dan lain sebagainya.

2- Perintah yang terasa berat seperti berdakwah, mengajak kepada kebaikan dan melarang kemungkaran, serta jihad di jalan Allah.

Iman akan bertambah dengan melaksanakan perintah baik yang ringan maupun yang berat, dan apabila iman bertambah, maka yang dibenci akan menjadi dicintai, dan yang berat akan menjadi ringan, dan akan tercapai kehendak Allah dari hambanya dengan dakwah dan ibadah, dan dengan demikian bergeraklah anggota badannya.

• Allah menciptakan pada diri setiap manusia dua nafsu: nafsu yang selalu membawa amarah, dan nafsu yang tenang, keduanya selalu berlawanan, setiap yang ringan atas yang satu, ber bagi yang lain, dan setiap yang disenangi yang satu, terasa sakit bagi yang lain, yang ini disertai malaikat, dan yang lain disertai setan, semua kebenaran bersama malaikat dan jiwa yang tenang, dan semua kebatilan bersama setan dan nafsu amarah, dan peperangan selalu berimbang.

• Hukum shalat:

Shalat lima waktu dalam sehari semalam hukumnya wajib atas setiap muslim yang mukallaf, baik laki-laki maupun wanita, kecuali wanita haid dan nifas sehingga bersuci, dan ia merupakan rukun islam yang paling utama setelah dua syahadat.

1- Allah SWT. berfirman:

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. an Nisa’: 103)

2- Allah berfirman:

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. (QS. al Baqarah: 238)

3- Dari Abdullah bin Umar RA. berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Islam dibangun atas lima perkara: kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulnya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, dan berpuasa di bulan ramadhan”. Muttafaq alaih

4- Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya nabi saw. mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman dan berkata: “Ajaklah mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, apabila mereka menurutimu tentang hal tersebut, maka beritahu mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima kali dalam sehari semalam …” Muttafaq alaih ( ).

• Tandan-tanda baligh:

Seorang muslim yang mukallaf adalah yang baligh dan berakal, adapun tanda-tanda baligh: di antaranya ada yang berlaku bagi laki-laki dan wanita yaitu: mencapai umur lima belas tahun, tumbuhnya bulu disekitar kemaluan, dan keluarnya mani.

Ada tanda yang khusus bagi laki-laki saja seperti: tumbuhnya jenggot dan kumis.

Dan ada yang khusus bagi wanita yaitu: hamil dan haid.

Anak kecil disuruh shalat apabila sudah berumur tujuh tahun, dan dipukul bila tidak shalat ketika sudah berumur sepuluh tahun.

• Urgensi shalat:

Dari Abu Hurairah RA. bahwasanya nabi saw bersabda: (( Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya, apabila shalatnya sempurna, maka ditulis sempurna, dan apabila ada kekurangan, Allah berkata: lihatlah apakah ia mempunyai shalat sunnah untuk melengkapi kekurangan shalat wajibnya dari shalat sunnah, kemudian amal-amal yang lain demikian pula)). (HR. Nasa’I dan Ibnu Majah)

• Jumlah shalat fardhu:

Allah mewajikan shalat pada malam isra’ atas rasulullah saw tanpa perantara satu tahun sebelum hijrah, dan Allah mewajibkan lima puluh kali shalat dalam sehari semalam atas setiap muslim, dan ini menujukkan pentingnya shalat, dan kecintaan Allah kepadanya, kemudian diringankan maka Allah menjadikannya lima kali dalam pelaksanaan dan lima puluh dalam masalah pahala karena karunia dan rahmatnya.

• Shalat yang diwajibkan kepada setiap muslim laki-laki dan wanita dalam satu hari satu malam lima shalat, yaitu: Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya’ dan Subuh.

• Hukum Bagi Orang yang mengingkari wajibnya shalat atau meninggalkannya:

Barangsiapa yang mengingkari wajibnya shalat maka ia kafir, begitu pula yang meninggalkannya karena meremehkannya atau malas, apabila ia tidak tahu maka diajari, danjika tahu tentang wajibnya dan meninggalkannya, maka ia disuruh bertaubat dalam waktu tiga hari, kalau tidak mau maka dibunuh.

1- Allah SWT berfirman:

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At Taubah: 11)

2- Dari Jabir RA. berkata: aku mendengar Rasulullah saw bersabda: (( sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat)) (HR. Muslim).

3- Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya nabi saw bersabda: ((Barangsiapa yang menukar agamanya maka bunuhlah)) (HR. Bukhari)).

• Hukum-hukum yang berkaitan dengan orang yang mengingkari wajibnya shalat atau meninggalkannya:

1- Semasa hidupnya: tidak boleh menikah dengan wanita muslimah, perwaliannya gugur, hak mengasuh anak gugur, tidak mewarisi dan diwarisi, hewan sembelihannya haram, tidak boleh masuk makkah dan tanah haram; karena ia telah kafir.

2- Apabila mati: ia tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak dishalati, dan tidak dikuburkan di pekuburan orang islam; karena ia tidak termasuk orang islam, tidak didoakan untuk mendapat rahmat, tidak diwarisi, dan ia kekal di neraka; karena ia kafir.

• Barangsiapa yang meninggalkan shalat dan tidak melakukannya sama sekali maka ia kafir, dan keluar dari agama islam, dan barangsiapa yang meninggalkan tapi kadang-kadang saja maka ia tidak kafir akan tetapi fasik yang telah melakukan dosa besar, dan bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya.

• Keutamaan menunggu shalat:

berkata: RasulullahDari Abu Hurairah  saw bersabda: (( Seorang hamba senantiasa dalam shalat selama ia berada di tempat shalatnya menunggu shalat, dan malaikat berkata: Ya Allah, ampunilah ia, Ya Allah, kasihilah ia, sehingga ia pergi atau berhadats)) (Muttafaq alaih).

• Keutamaan berjalan menuju shalat berjamaah di masjid dalam keadaan suci:

bersabda: ( berkata: Rasulullah 1- Dari Abu Hurairah  Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah, untuk melaksanakan salah satu kewajiban kepada Allah, maka salah satu langkahnya menghapuskan kesalahan, dan yang lain mengangkat derajatnya )) (HR. Muslim)( ).

bahwasanya Rasulullah bersabda:2- Dari Abu Umamah  ((Barangsiapa yang keluar dari rumahnya menujuk shalat fardhu dalam keadaan bersuci maka pahalanya seperti pahala orang yang haji dan berihram, dan barangsiapa yang keluar untuk shalat dhuha tidak ada tujuan lain kecuali shalat tersebut, maka pahalanya seperti pahala umrah, dan shalat setelah shalat tidak ada perkataan sia-sia antara keduanya ditulis di illiyyin)). (HR. Abu Daud)).

Khusyu’ dalam shalat:

Khusyu’ dalam shalat bisa dicapai dengan beberapa hal, di antaranya:

1- konsentrasi

2- Memahami apa yang dibaca dan didengar.

3- Ta’dzim (mengagungkan), ini dapat timbul dari dua hal: mengetahui keagungan dan kebesaran Allah, dan mengetahui kehinaan diri, sehingga melahirkan rasa rendah di sisi Allah dan khusyu’ kepadanya.

4- Haibah (takut), ini lebih tinggi dari ta’dzim, dan ini lahir dari pengetahuan tentang kekuasaan Allah dan keagungannya, dan lalainya hamba .terhadap hak Allah

5- Raja’ (harapan), yaitu ia mengarap ridah Allah dari shalatnya.

6- Haya’ (rasa malu), ini lahir dari mengetahui nikmat Allah, dan .kelalaiannya terhadap hak Allah

• Menangis yang disyari’atkan:

tidak dengan bersuara keras, akan tetapi matanyaMenangisnya nabi  berlinang, dan di dadanya terdengar suara seperti suara panci yang sedang mendidih karena menangis.

karena takut kepadaTerkadang menangisnya nabi  Allah, dan terkadang karena khawatir dan kasihan kepada umatnya, terkadang karena rasa kasih terhadap mayit, terkadang ketika mendengar bacaan Al-Qur’an ketika mendengar ayat yang mengandung janji dan ancaman, menyebut nikmat Allah, berita-berita tentang para nabi dan lain sebagainya.

• Memelihara keutamaan yang berkaitan dengan dzat ibadah seperti khusyu’ dalam shalat misalnya, lebih penting daripada keutamaan yang berkaitan dengan tempatnya, maka janganlah shalat ditempat yang tidak bisa khusyu’ seperti di tempat ramai dsb.

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s