Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Perkembangan Sufi

1 Komentar

Disusun Oleh: Penerbit Darul Qosim

Penerjemah : Sholahuddin Abdul Rahman, Lc

Murajaah : Zulfi Askar

Kata sufi belum dikenal pada zaman Rasulullah SAW, para sahabatnya

dan kaum tabi’in (generasi setelah sahabat). Kemudian setelah itu datang

sekelompok orang zuhud (orang yang tidak terlalu memperhatikan dunia)

yang menggunakan Shuf (baju dari kulit domba), maka merekapun dikenal

dengan nama ini.

Pendapat lain mengatakan bahwa istilah ini diambil dari kata

Shufiya yang merupakan bahasa Yunani yang berarti hikmah. Pendapat lain

mengatakan bahwa istilah ini diambil dari kata Ash-Shafaa’ (jernih dan suci)

sebagaimana yang dikira oleh sebagian orang, namun pendapat ini batil dan

salah. Karena jika kata ini ditambah dengan ya nisbah akan menjadi akan menjadi

صفَائِي) ) dan bukan (.(صو)

Tarekat-Tarekat Sufi:

Di antara tarekat-tarekat Sufi itu adalah Tiijaniyah (ini yang paling

berbahaya), Qodiriyah, Naqsyabandiyah, Syadzaliyah, Rifa’iyah dan lain

sebagainya. Dan ada di antara tarekat-tarekat ini yang sudah bubar, akan

tetapi sekarang kita menemukan tarekat-tarekat lain yang tidak terlalu

terkenal, dengan pengikut yang sangat sedikit sekali, di mana

penyebarannya juga lambat (tapi tidak berarti bahwa tarekat itu tidak

berbahaya).

Doa Dalam Pandangan Kaum Sufi:

Orang-orang Sufi memohon kepada selain Allah SWT, seperti berdoa

kepada para nabi dan wali-wali yang masih hidup maupun yang sudah

meninggal. Mereka dalam berdoa banyak mengucapkan:

“Ya Rasulullah! Berilah kami sesuatu! Berilah kami! …… Ya Rasulullah engkaulah tempat bergantung”

Dan sebagian yang lain memanggil nama-nama orang yang

sudah meninggal, seperti: “Ya Jailani!…..” – “Ya Rifa’i!….” – “Ya Syadzali!…..”

(padahal permohonan seperti ini adalah syirik yang jelas). Mereka

mengatakan: “Ya Fulan berilah saya rizki!…. Tolonglah saya!….

Sembuhkanlah saya!….”

Padahal Allah SWT telah melarang orang yang

memohon sesuatu kepada selain-Nya, bahkan menganggapnya sebagai

perbuatan syirik.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menyembah (memohon kepada) apa-apa yang tidak

memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah:

sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau

begitu termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. Yunus: 106)

Orang-orang zalim yang dimaksud di sini adalah orang-orang musyrik.

Rasulullah SAW bersabda:

“Doa itu adalah ibadah.[H.R. Tirmidzi]

Jadi doa itu adalah ibadah seperti sholat, tidak boleh diperuntukkan

kepada selain Allah, walaupun ia seorang rasul ataupun wali dan ini

termasuk perbuatan syirik paling besar yang membatalkan amal perbuatan

dan pelakunya kekal di dalam neraka -Naudzu Billahi min Dzalik-.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia

mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang

dikehendaki-Nya.” (Q.S. An-Nisaa’: 48)

Ibadah kepada Allah:

Apakah anda percaya pada pendapat orang-orang Sufi yang

mengatakan: “Kami tidak menyembah Allah karena menginginkan surga-Nya

dan tidak pula karena takut kepada api neraka-Nya”?

Padahal Allah SWT memuji para Nabi yang memohon kepada-Nya

karena menginginkan surga dan takut pada siksaan-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami menganugerahkan

kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam

(mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada

Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang khusyu’

kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiyaa’: 90)

Yaitu orang-orang yang mengharapkan surga dan takut akan adzab-Nya.

Dzikir Ala Sufi:

Orang-orang Sufi membolehkan menari-nari, meniup seruling, memukul

gendang dan mengangkat suara dalam berdzikir.

Allah SWT berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang mendirikan sholat dan yang menafkahkan sebagian

dari rizki yang Kami berikan kepada mereka.” (Q.S.

Al-Anfaal: 3)

Padahal mengangkat suara dalam berdzikir dan berdoa itu dilarang

sebagaimana firman Allah SWT:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang

lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui

batas.” (Q.S. Al-A’raf: 55)

Dzikir mereka sangat aneh …! dan kadang-kadang lucu. Mereka

misalnya memulai dzikir dengan mengucapkan lafadz ( الله .. الله .. الله ) hingga pada

ujung-ujungnya mereka hanya mengucapkan lafadz ( .(آه .. آه .. آه

Mereka lupa dengan sabda Rasulullah SAW:

“Dzikir yang paling afdhal adalah La Ilaha Illallah (Tiada tuhan yang berhak

disembah kecuali Allah) [H.R. Tirmidzi]

Demikian pula mereka berbuat bid’ah dalam berdzikir dengan

bersholawat kepada Nabi dengan sesuatu yang mengandung syirik dan

pengingkaran, dimana Allah Maha Tahu, seperti ketika mereka mengatakan:

“Ya Allah bersholawatlah kepada Muhammad hingga Engkau menjadikan ia

tunggal dan berdiri sendiri”

Sementara kita tahu bahwa ke-Maha Tunggal-an (Al-Ahad) dan Berdiri

Sendiri (Al-Qayyum) adalah bagian dari sifat-sifat dan nama-nama Allah.

Ucapan Tokoh-Tokoh Kaum Sufi:

1.Ibnu Arabiy, salah seorang tokoh utama kaum sufi meyakini bahwa Allah

itu adalah makhluk dan makhluk itu adalah Allah. Hal itu diungkapkan

melalui ucapannya:

“Maka ia memuji-Ku dan Aku memujinya, Ia menyembah-Ku dan Aku

menyembah-Nya.”

2.Al-Junaid mensyaratkan bagi para pemula untuk tidak menyibukkan

hatinya dengan tiga hal, yaitu: Usaha (bekerja), mencari hadits dan

menikah!

Demikian pula ia tidak menginginkannya membaca dan menulis,…

sebabnya (seperti pengakuan mereka) adalah agar lebih mudah sampai

kepada keinginannya, akan tetapi penyebab utama yang sebenarnya

adalah agar ia leluasa menertawaimu.

3.Abu Yazid Al-Basthami berkata tentang dirinya:

“Maha suci aku, maha suci aku, alangkah tingginya kedudukanku.!!”

Yang lain berkata kepada dirinya sendiri ketika ia memakai jubah: “Tiada yang memakai jubah ini kecuali Allah.!!”

Wali-Wali Setan

Apa yang kita saksikan pada sebagian ahli bid’ah, seperti menebas

dirinya dengan pedang atau memakan api, adalah hasil perbuatan dan

tipuan setan agar mereka tetap berjalan dalam kesesatan,

Wali-Wali Setan

Apa yang kita saksikan pada sebagian ahli bid’ah, seperti menebas

dirinya dengan pedang atau memakan api, adalah hasil perbuatan dan

tipuan setan agar mereka tetap berjalan dalam kesesatan,

Ibnu ‘Arabi berkata tentang bukunya “Al-Futuhaatul Makkiyah” bahwa itu

adalah tauqifii (sesuatu yang datang dari Allah)!

Al-Hallaj mengaku bahwa telah turun kepadanya risalah-risalah yang

banyak dengan tulisan Allah Azza wa Jalla.

Muhammad Al-Marghani berkata bahwa barangsiapa yang melihatnya

atau melihat orang yang melihatnya hingga …. orang kelima (yang

melihatnya) …. maka ia tidak akan tersentuh api neraka!

Ahmad At-Tiijani berkata: “Allah SWT sanggup menciptakan seorang wali

setelahku, tetapi Ia tidak melakukannya”

Mereka bertanya: “Mengapa?”

Ia menjawab: “Sebagaimana Allah SWT sanggup mengutus seorang Nabi

setelah Muhammad SAW, tetapi Ia tidak melakukannya.

Hal-Hal Tidak Logis

1.Mereka berkasih sayang dengan iblislaknat Allah atasnya-

2.Fir’aun lebih mengetahui (alhaq) daripada Musa -Alaihis Salam-

(sebagaimana pengakuan mereka).

3.Mereka mensucikan kaum Nabi Nuh dari perbuatan syirik.

4.Mengucapkan salam kepada anjing dan babi.

Apakah mereka yang melakukan ini masih memiliki setitik akal sehat di

kepalanya?… Tentu saja tidak.

Dalil-Dalil yang Menunjukkan Bahayanya Kesufian:

Sesungguhnya ketertutupan yang senantiasa dilakukan oleh jama’ah ini

adalah bukti kuat yang menunjukkan bahaya dan kesalahan jalan mereka.

Seandainya mereka berjalan di atas kebenaran tentu mereka tidak akan

menyembunyikan kumpulan-kumpulan, nama-nama dan pelajaran-pelajaran

mereka!

Sejenak… Bersama Seorang Sufi

Sesungguhnya hakekat yang tersembunyi bagimu dan bagi kebanyakan

pengikut aliran ini adalah bahwa mereka yang dianggap syeikh itu telah

sesat dan menyesatkan orang-orang yang datang setelah mereka, dan tidak

ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT.

Maka demi Allah, saya ingin bertanya kepadamu: “Bagaimana anda

mengikuti suatu jama’ah, di mana tokoh-tokohnya mengaku menerima wahyu,

sementara wahyu itu hanya khusus diturunkan kepada para Nabi?”

Dan yang lain memuliakan dirinya dengan mengatakan: “Maha suci aku, maha suci

aku, alangkah tingginya kedudukannku.!!”

Sementara yang lainpun berkata:

“Sesungguhnya Allah SWT telah menuliskan untuknya risalah dengan tulisan

tangan -Nya yang khusus untuk dirinya.”

Apakah logis bahwa seseorang melemparkan dirinya kepada kebinasaan,

kepada api neraka jahannam dengan mengikuti orang-orang gila itu?

Ketahuilah bahwa dajjal-dajjal itu meminta kepadamu, pengikut-pengikutnya

untuk tidak membaca, tidak berdiskudengan cara ini mereka dapat menguasai kalian, untuk kemudian menggiring kalian kepada kehancuran dan kesesatan.

Pertanyaan: Seandainya saya meminta kepada seseorang untuk

menaatiku dan tidak boleh bertanya atau mendebatku tentang apa yang

saya lakukan, menurut anda bagaimana kira-kira keadaannya?

Jawaban: Tentu saja ia seperti boneka di tanganku, saya akan bolakbalikkan

sesuai dengan keinginanku, walaupun pada sesuatu yang menjadi

kehancuran dan kematiannya, dan inilah realita (kenyataan) yang menimpa

kaum sufi.

Kesufian dan Kuburan

Kaum Sufi sangat menganjurkan ziarah kubur untuk mendapatkan

barakah penghuni kubur atau thawaf di sekelilingnya atau menyembelih

hewan di sekitarnya. Ini bertentangan dengan anjuran Rasulullah SAW:

“Suatu perjalanan tidak dianjurkan kecuali perjalanan ke tiga masjid: Masjidil

Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha.”

[Muttafaqun ‘Alaihi]

Dari sini anda bisa mendapatkan gambaran yang jelas, pelanggaran apa

yang terjadi pada kuburan itu seperti perbuatan syirik, berlindung dan

memohon kepada penghuni yang ada di dalam kubur itu.

Kaum Sufi dan Perayaan-Perayaan

Setiap tahun mereka merayakan apa yang mereka sebut Maulid (ulang

tahun). Setiap kelompok merayakan Maulid khusus mereka dan syeikh

mereka.

Misalnya Syekh Al-Badawi memiliki Maulid khusus yang diziarahi

setiap tahunnya oleh dua juta dari kaum muslimin. Demi Allah, ini adalah

suatu kenyataan. Dan bagi mereka yang ingin memastikannya boleh

bertanya, dan akan menemukan keajaiban dan masalah-masalah yang sulit

dipercaya….

Kaum sufi itu telah mengangkat mereka yang dianggap syeikh itu

kepada derajat mempersekutukan Allah -kadang-kadang- dalam hal

perbuatannya dalam mengurus alam ini.

Adapula Maulid yang dikenal dengan sebutan Majelis Sholawat kepada Nabi.

Di dalamnya terdapat syair-syair yang mengandung syirik dan bid’ah yang

hanya Allah Yang Maha Tahu.

Di antara syair-syair ini adalah:

Wahai pemilik wibawa yang tinggi, berilah kami bantuan, berilah!

Wahai yang memancarkan cahaya kepada segala yang ada, berilah kami

bantuan, berilah kami!

Wahai Rasulullah, keluarkanlah kami dari kesulitan!

Tidaklah suatu kesulitan menemuimu kecuali ia pasti lari meninggalkanmu.

Dan sudah menjadi kesepakatan bahwa Yang dapat memancarkan

cahaya kepada segala yang ada dan Yang dapat mengeluarkan seseorang

dari kesulitan hanyalah Allah SWT semata-mata.

Aqidah Mereka tentang Iblis

Allah Swt telah melaknat dan mengusir Iblis dari rahmat-Nya serta

murka kepadanya hingga hari kiamat, akan tetapi kaum sufi itu datang dan

memuji serta memuliakannya! Penyebabnya menurut mereka adalah bahwa

iblis itu memiliki ibadah yang paling sempurna dan makhluk yang paling

bertauhid, karena ia tidak ingin sujud kepada sesama makhluk, ketika

Allah memerintahnya untuk sujud kepada Adam -Alaihis Salam- dan ia tidak

sujud kecuali hanya kepada Allah!

Kita memohon kepada Allah agar mereka dapat dikumpulkan nanti

bersamanya (di hari kiamat kelak) bila mereka belum bertaubat dan

meninggalkan khurafat-khurafat dan keyakinan-keyakinan batil mereka.

Buku-Buku Kaum Sufi

Orang-orang Sufi memiliki buku-buku terkenal yang dikarang oleh

pentolan-pentolan mereka, baik yang lama maupun yang baru. Sebagai

contoh adalah berikut ini:

1.Al-Futuuhaatul Makkiyah karangan Ibnu ‘Arabiy, yang banyak

mengandung kekafiran, syirik dan pengingkaran yang hanya Allah Yang

Maha Tahu.

2.Quutul Qulub karangan Abu Tholib Al-Makky

3.Ath-Thawasin karangan Al-Hallaj.

Buku-buku ini sudah cukup menjadi sebab mereka yang membaca dan

mengamalkannya kekal di dalam neraka.

Penutup

Akhirnya… Bagaimana pendapat anda tentang ucapan-ucapan dan

keyakinan-keyakinan mereka setelah anda membacanya, apakah tarekattarekat

ini pantas untuk diikuti atau (sebaliknya) membongkar

kebusukannya ?

Hendaklah kita memperhatikan keadaan masyarakat bila seandainya

jama’ah-jama’ah ini dibiarkan tanpa pengawasan. Di mana tarekat-tarekat ini

memiliki dzikir-dzikir dan ibadah bid’ah yang menggambarkan awal isolasi

(pengasingan) diri dari masyarakat, yang bila kesempatan ini dibuka bagi

mereka, maka mereka akan menyebarkan ide-ide dan aqidah-aqidah

penghancur yang bertentangan dengan Tauhid ini.

Kesimpulan

Kapankah anda sadar wahai kaum sufi?? Kalian harus tahu bahwa jalan

ini adalah jalan yang sesat dan batil. Dan kalian tidak akan memetik buah

perbuatan ini kecuali kerugian di dunia dan di akhirat.

Maka hendaklah kalian bertaubat dan kembali kepada Allah SWT

sebelum jiwa anda berkata:

“Ya Tuhanku! Kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang

sholeh yang telah aku tinggalkan.” (Q.S. Al-Mu’minun: 99)

Maka tidak ada yang wajib atasmu kecuali kejujuran kepada Allah,

maka anda akan mendapatkan pertolongan dan taufiq dari Yang Maha

Tunggal.

Shalawat dan Salam atas junjungan Nabi kita Muhammad SAW

beserta keluarga dan para sahabatnya.

Hidup Untuk Bertauhid Dan Mendakwahkan Tauhid

“Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia menolakmu dan jauhilah pendapatnya orang-orang (selain mereka) meskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu.” Asy syari’ah 63)

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

One thought on “Perkembangan Sufi

  1. bismillah,afwan sebaiknya penulisan salawat atas nabi tidak singkat.barakallohu fikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s