Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang

Begitukah Cara Mencintai Rasulullah ?

1 Komentar

Datangnya bulan Rabiul Awal mengingatkan kita pada kelahiran  teragung sepanjang sejarah umat manusia. Dia adalah kelahiran Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, utusan Allah Subhanahu Wata’ala yang termulia dan penutup risalah  langit.

Berbagai simbol kecintaan pun digiatkan oleh sebagian besar kaum muslimin, digelarlah berbagai lomba yang katanya “islami”, dirayakan peringatan Maulid Nabi di berbagai sekolah, masjid dan instansi, bahkan sampai menjadi hari libur nasional di negeri ini. Dengan begitu giat dan “ikhlas” mereka melakukan itu semua. Tenaga, waktu dan harta mereka korbankan demi menyukseskannya, dengan sebuah alasan bahwa itu adalah bentuk cinta kepada Rasul-Nya Shalallahu Alaihi Wassalam.

Namun…? Begitukah cara mencintai beliau Shalallahu Alaihi Wassalam?  Pertanyaan inilah yang perlu di munculkan kali pertama.

Ketahuilah wahai saudaraku kaum muslimin. Bahwa mencintai Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam adalah sebuah ibadah agung yang akan mendatangkan pahala besar. Ketika Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menyebutkan  orang yang akan merasakan lezatnya iman, diantaranya Rasulullah  menyebutkan:“…seseorang yang mencintaiku lebih dari cinta dia kepada dirinya sendiri, anaknya, orang tuanya serta semua orang lainnya.”

Imam Tirmidzi Rahimahullah meriwayatkan dengan sanad shohih daari Anas bin Malik berkata: “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam lalu bertanya:’ Kapan  terjadinya haari kiamat?’  maka Rasulullah pun bergegas  menjalankan sholat . Selesai  sholat beliau bangkit dan bertanya:’Siapa yang bertanya  tentang datangnya hari kiamat tadi?’ Maka laki-laki itu menjawab:’Saya  wahai rasulullah.’ ‘Apa yang telah engkau persiapkan?’ Tanya Rasulullah lagi. Orang tadi menjawab:’Saya tidak memunyai banyak sholat dan puasa, hanya saaja saya mencintai Allah dan Rosul-Nya.’ Maka Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: ‘Sesungguhnya itu bersama orang yang dicintai, dan engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” Siapakah yang dicintai orang tersebut?

Dan sudah merupakan sesuatu yang mapan pada kaum muslimin, bahwa ibadah tidak akan diterima oleh Allah kecuali dilakukan dengan ikhlas hanya karena-Nya dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Masalah keikhlasan, itu adalah urusan si pelaku dengan Allah saja, tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Namun yang perlu kita pertanyakan adalah apakah semua itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah dalam cara mencintai beliau Shalallahu Alaihi Wassalam?  Apakah Rasulullah memerintahkan, mencontohkan atau menyetujui ekspresi cinta semacam itu? Kalau ada yang mengatakan: “ya” maka datangkanlah kepada kami dalil shohih yang menyatakan hal tersebut, dan insya Allah kami akan segera mengamalkannya. Tapi kalau tidak, maka apakah kita melakukan sesuatu ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh beliau dan para sahabatnya?Siapakah yang lebih mencintai beliau Shalallahu Alaihi Wassalam?Kita ataukah para sahabat?  Sudah tentu para sahabat.  Jika  demikian  apakah  mereka melakukan itu semua!?  Wallahi, seandainya itu perbuatan baik, dan seandainya itu adalah bentuk kecintaan kepada  beliau Shalallahu Alaihi Wassalam  niscaya merekalah orang yang paling dahulu melakukannya.

Sadarlah, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda  (yang artinya): ” Barangsiapa yang melakukan amal perbuatan yang tidak  ada contohnya dari kami, maka  amal itu tertolak.” (HR.Bukhori Muslim)

Bukankah agama kita telah sempurna? Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam telah mengajarkan pada umatnya tata cara buang hajat, berpakaian daan lainnya lalu mungkinkah beliau meninggalkan mengajarkan bagaimana cara mencintai beliau Shalallahu Alaihi Wassalam? Itu adalah sebuah kemustahilan.

Oleh karenanya, cintailah beliau Shalallahu Alaihi Wassalam dengan cara yang beliau contohkan dan diamalkan oleh para sahabatnya serta para ulama yang telah mengikuti mereka dengan baik.

Sumber: Disalin secara langsung tanpa menyertakan tulisan/teks arab, dari Muqoddimah, majalah Al-Furqon edisi 8 tahun ketujuh/Rabi’ul awal 1429/2008

Penulis: kusnanto_abuzahra

Perkenalkan nama saya Kusnanto yang lahir pada tanggal 7 September 1978 di Bogor, dikaruniai dua orang anak perempuan yang sangat lucu2, Insya Allah Adik baru akan menyusul...Amin.

One thought on “Begitukah Cara Mencintai Rasulullah ?

  1. ass.. izinkan saya kopas ya ustadz… terimakasih🙂 wass

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s