Belajar Ilmu Syar'i dan Ilmu duniawi bersama Abuzahra

Ilmu Akhirat dan Dunia Haruslah Seimbang


Tinggalkan komentar

Mu’tazilah

Mu’tazilah (Gerakan inkar Sunnah)

13 Juni 2009

Oleh. Zaenal Abidin Syamsudin, Lc

Washil bin ‘Atha’ (wafat 131 H) merupakan tokoh pertama yang menggulirkan aliran dan faham Mu’tazilah. Pada firqoh ini tumbuh berkembang tidak berurusan dengan politik seperti yang ditempuh firqah Khawarij dan Syi’ah, bahkan hanya sebuah gerakan pemikiran yang senang berdebat yang menempuh metode mantiq Yunani dan filsafatnya untuk menguatkan gagasannya. Mu’tazilah juga terpecah menjadi beberapa sekte satu sama lain saling menkafirkan tetapi secara umum sikap mereka terhadap Sunnah berfariasi, sebagaimana ada yang menolak secara mutlak dan sebagain lain menolak secara parsial. Dr. Mustafa as-Saba’i [1] berkata: “Semenjak meletusnya fitnah pertama di kalangan para Shahabat, sebagian tokoh Mu’tazilah seperti Washil bin ‘Atha’ telah meragukan kejujuran beberapa Shahabat dan sebagian lain seperti Amr bin Ubaid dengan tegas telah meyakini kefasikan mereka bahkan ada yang menuduh mereka sebagai tokoh pendusta, munafik dan pandir seperti an-Nadzdzam, sehingga penyataan tersebut secara otomatis memberikan penilaian negatif bahkan menggugurkan semua hadits yang diriwayatkan pada Shahabat.” Adapun hadits ahad tidak dianggap sebagai hujjah dalam penempatan hukum oleh Abu Hudzail kecuali bila telah diriwayatkan dua puluh orang perawi yang salah seorang perawinya telah dijamin masuk Surga, sementara an-Nadzdzam dengan terang-terangan mengingkari ijma’, qias dan hadits mutawatir sebagai hujjah. Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com [1] As-Sunnah wa Makanatuha Fittasyri’il Islami, hal. 140 Disalin dari Buku Ensiklopedi Penghujatan Terhadap Sunnah, Cetakan Pertama, Pustaka Imam Abu Hanifah-Jakarta.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.